Tuesday, October 30, 2018

Zat Aditif (Pemberi Aroma)

ZAT ADITIF 

Zat aditif adalah zat yang biasa ditambahkan kedalam suatu jenis makanan atau minuman, sehingga makanan atau minuman tersebut lebih menarik. Umumnya, zat aditif tidak memiliki nilai gizi. Zat ini berfungsi untuk mengawetkan makanan, menambah rasa dan aroma, dan mempermudah proses pembuatan makanan ataupun minuman.
Pada zaman dulu, teknik pengolahan makanan hanya menggunakan bahan-bahan alami, seperti kunyit, cabe, gula, pandan, dsb. Karena manusia tidak hanya puas dengan bahan alami dalam memenuhi kebutuhan dan peningkatan kualitas hidupnya, maka dibuatlah bahan sintesis.

Zat aditif sintesis aman dikonsumsi selama masih dalam ambang batas aman penggunaannya. Batas penggunaan bahan makanan ini, diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 722/Menkes/PER/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan, berdasarkan ADI (Acceptable Daily Intake), yaitu tidak menimbulkan bahaya jika dikonsumsi oleh manusia dengan dasar perhitungan yaitu perkilogram berat badan.

PEMBERI AROMA 

Hasil gambar untuk zat aditif pemberi aroma Hasil gambar untuk zat aditif pemberi aroma buatan


Zat Pemberi Aroma
Zat pemberi aroma banyak digunakan dari golongan ester dengan rasa atau aroma buah. Kebanyakan zat pemberi aroma digunakan dalam minuman.
Contoh :
1. Benzaldehida untuk pemberi aroma buah lobi-lobi
2. Etil butirat untuk pemberi aroma buah nanas
3. Amil asetat untuk pemberi aroma buah pisang
4. Amil valerat untuk pemberi aroma buah apel
5. Isoamil asetat untuk pemberi aroma buah pisang ambon
6. Isobutil propionat untuk pemberi aroma buah rum
7. Oktil asetat untuk pemberi aroma buah jeruk
8. Metil salisilat untuk pemberi aroma minyak gandapura (wintergreen).
9. Propil asetat untuk pemberi aroma buah pir.

Dapat diklasifikasikan sebagai berikut

  • Alami : Kunyit, kayu manis, lengkuas, lada, serai dan rempah-rempah lainnya.
  • Buatan : Monosodium Glutamat (MSG) Garam inosinat, Garam Guaniat.

sumber;http://www.sumberpengertian.com/pengertian-zat-aditif
              http://shindyrd.blogspot.co.id/
             http://anzil277199.blogspot.co.id/2013/05/macam-macam-zat-aditif.html

Zat Aditif (Penyedap)

ZAT ADITIF (PENYEDAP)

ZAT ADITIF 

Pengertian Zat Aditif adalah zat tambahan yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan suatu tujuan tertentu.
Menurut Wikipedia, aditif makanan adalah bahan tambahan makanan yang dengan sengaja ditambahkan dalam jumlah kecil.
Tujuan penambahan zat aditif adalah untuk memperbaiki penampakan makanan, cita rasa, tekstur, flavor dan memperpanjang daya simpan.
Selain itu penggunaan aditif makanan dapat meningkatkan nilai gizi seperti mineral, protein dan juga vitamin.
Penggunaan aditif makanan ini awalnya berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang disebut dengan zat aditif alami. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan ilmu pengetahuan zat aditif dibuat dari bahan kimia.
                                        PENYEDAP 
Hasil gambar untuk zat aditif penyedap  Hasil gambar untuk zat aditif penyedap
Zat penyedap rasa


kita dapat membedakan, zat penyedap rasa:
a   a)    Zat penyedap cita rasa yang berasal dari alam, misalnya: daun pandan, daun salam, daun jeruk untuk pewangi. Potongan-potongan tulang untuk rasa daging. Sari buah memiliki rasa buah.

b) Zat penyedap cita rasa yang berasal dari hasil sintesis:
 (a) Oktil asetat, makanan akan terasa dan beraroma seperti buah jeruk jika dicampur dengan zat penyedap ini
 (b) Etil butirat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah nanas pada makanan
 (c) Amil asetat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah pisang;
(d) Amil valerat, jika makanan diberi zat penyedap ini maka akan terasa dan beraroma seperti buah apel.

Penyedap sintetik yang sangat populer di masyarakat adalah vetsin atau MSG (mononatrium glutamat). Di pasaran, senyawa tersebut dikenal dengan beragam merek dagang, misalnya Ajinomoto, Miwon, Sasa, Royco, Maggi, dan lain sebagainya. MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat yang secara alami terdapat dalam protein nabati maupun hewani. Daging, susu, ikan, dan kacangkacangan mengandung sekitar 20% asam glutamat. 
Oleh karena itu, tidak mengherankan bila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung asam glutamat akan terasa lezat dan gurih meski tanpa bumbu-bumbu lain. Keunikan dari MSG adalah bahwa meskipun tidak mempunyai cita rasa, tetapi dapat membangkitkan cita rasa komponen-komponen lain yang terkandung dalam bahan makanan. Sifat yang semacam itu disebut dengan taste enhancer (penegas rasa).
contophnya ; 
  • Alami : Kunyit, kayu manis, lengkuas, lada, serai dan rempah-rempah lainnya.
  • Buatan : Monosodium Glutamat (MSG) Garam inosinat, Garam Guaniat.

sumber : http://shindyrd.blogspot.co.id/
              http://www.sumberpengertian.com/pengertian-zat-aditif
              http://anzil277199.blogspot.co.id/2013/05/macam-macam-zat-aditif.html

Zat Aditif (Pengawat)

ZAT ADITIF (PENGAWET)


ZAT ADITIF 


Macam-Macam Zat adiktif Bagi Makan| Zat adiktif dibedakan menjadi 2 macam yaitu zat adiktif alami dan zat adiktif sintesis atau buatan. Zat adiktif alami memiliki jenis-jenis zat adiktif alami atau macam-macam zat adiktif alami yang biasa disebut contoh zat adiktif alami, dan begitu juga dengan zat adiktif buatan atau sintesis memiliki jenis-jenis zat adiktif buatan atau  macam-macam zat adiktif buatan atau sintesis yang biasa disebut contoh-contoh zat adiktif sinstesis atau buatan.

Zat adiktif bagi makanan memiliki tujuan yang baik bagi makanan jadi, Sebelum kita beranjak ke Macam-macam zat adiktif alami dan macam-macam zat adiktif buatan atau sintesis mari kita mengartikan dulu zat adiktif alami dan zat adiktif buatan, Zat adiktif alami adalah merupakan zat tambahan yang diperoleh dari alam, tanpa disintesis atau dibuat terlebih dulu, Sedangkan zat adiktif buatan atau sintesis adalah zat tambahan makanan yang diperoleh melalui sintesis (pembuatan), baik di laboratorium maupun industri, dari bahan-bahan kimia yang sifatnya hampir sama dengan bahan alami yang sejenis, 

Keunggulan zat adiktif sintesis adlah dapat diproduksi dalam jumlah besar, lebih stabil, takaran penggunaannya lebih sedikit, dan biasanya tahan lebih lama, sedangkan kelemahan zat adiktif sintesis adalah dapat menimbulkan risiko penyakit kanker atau bersifat karsiogenetik.


PENGAWET 

Hasil gambar untuk zat aditif pengawet 
Hasil gambar untuk zat aditif pengawet

Kita dapat membedakan, zat pengawet:
Zat Pengawet, sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan minuman agar makanan dan minuman tersebut tetap segar, bau dan rasanya tidak berubah, atau melindungi makanan dari kerusakan akibat membusuk atau terkena bakteri/jamur.
Hasil gambar untuk zat aditif pengawet

a) Zat pengawet alami, berasal dari alam, contohnya gula (sukrosa) yang dapat dipakai untuk mengawetkan buah-buahan (manisan) dan garam dapur yang dapat digunakan untuk mengawetkan ikan.

b) Zat pengawet sintetis atau buatan, merupakan hasil sintesis dari bahan-bahan kimia. Contohnya, asam cuka dapat dipakai sebagai pengawet acar dan natrium propionat atau kalsium propionat dipakai untuk mengawetkan roti dan kue kering. Garam natrium benzoat, asam sitrat, dan asam tartrat juga biasa dipakai untuk mengawetkan makanan.

Zat pengawet lainnya yaitu natrium nitrat atau sendawa (NaNO3) yang berfungsi untuk menjaga agar tampilan daging tetap merah.Asam fosfat yang biasa ditambahkan pada beberapa minuman penyegar juga termasuk zat pengawet. Pemakaian pengawet formalin untuk mengawetkan makanan, seperti bakso, ikan asin, tahu, dan makanan jenis lainnya dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Ada juga boraks, Pengawet ini bersifat desinfektan atau efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab membusuknya makanan serta dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga lebih kenyal dan hanya boleh dipergunakan untuk industri nonpangan, seperti dalam pembuatan gelas, industri kertas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks dapat menimbulkan gangguan pada sistem saraf, ginjal, hati, dan kulit; gejala pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat; terjadinya komplikasi pada otak dan hati; menyebabkan kematian jika ginjal mengandung boraks sebanyak 3–6 gram.



sumber; http://www.artikelsiana.com/2014/10/macam-macam-zat-adiktif-makan-kegunaan-                contoh.html
              http://www.sumberpengertian.com/pengertian-zat-aditif
              https://dosenbiologi.com/biokimia/zat-aditif

Zat Aditif (Pemanis)

ZAT ADITIF (PEMANIS)

ZAT ADITIF


Pengertian Zat Aditif adalah zat tambahan yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan suatu tujuan tertentu.
Menurut Wikipedia, aditif makanan adalah bahan tambahan makanan yang dengan sengaja ditambahkan dalam jumlah kecil.
Tujuan penambahan zat aditif adalah untuk memperbaiki penampakan makanan, cita rasa, tekstur, flavor dan memperpanjang daya simpan.
Selain itu penggunaan aditif makanan dapat meningkatkan nilai gizi seperti mineral, protein dan juga vitamin.
Penggunaan aditif makanan ini awalnya berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang disebut dengan zat aditif alami. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan ilmu pengetahuan zat aditif dibuat dari bahan kimia.

Bahan Pemanis

Hasil gambar untuk zat aditif pemanis  Hasil gambar untuk zat aditif pemanis Hasil gambar untuk zat aditif pemanis

Hampir semua makanan yang kita jumpai di pasaran memiliki cita rasa yang manis. Definisi 
dari pemanis merupakan suatu zat yang dicampurkan pada suatu makanan dan juga minuman yang mempunyai fungsi sebagai pemberi rasa yakni manis. Seperti halnya dengan pewarna, pemanis juga dikategorikan menjadi dua yakni pemanis alami dan pemanis buatan. Pemanis alami seperti gula merah, gula pasir, dan juga gula tebu. 
Kelebihan yang ditawarkan oleh pemanis alami yaitu mempunyai nilai kalori yang cukup baik dan sangat mudah dilakukan proses pencernaan dalam tubuh. Sedangkan pemanis buatan mempunyai jenis dan macam yang cukup banyak seperti halnya sakarin, aspartame, siklamat, sorbitol, asesulfam, dan gliserol. 
Bahan-bahan pemanis ini seringkali dipakai untuk campuran pada proses pembuatan permen, es krim, saus, minuman ringan dan lain sebagainya. Kandungan kaloriyang ada juga sangat rendah dan ternyata sangat sulit dalam proses pencernaannya di dalam tubuh. (baca juga : 
Jika terjadi kelebihan jumlah kalori yang ada dalam tubuh akan mengakibatkan obesitas (mempunyai berat badan yang berlebihan). Cara yang bisa anda terapkan guna mencegah obesitas yakni dengan melakukan penggantian gula yang anda pakai dengan kalori yang relatif tinggi dengan menggunakan pemanis buatan yang mempunyai nilai kalori yang lebih rendah. (baca juga : 
Pada umumnya pemanis buatan yang sangat mudah dijumpai dan digunakan ialah asesulfam dan aspartame. Namun di pasaran beberapa pemanis buatan peredarannya mulai dilarang karena terbukti mempunyai sifat karsinogenik. Aspartam pertama kali ditemukan untuk digunakan sebagai bahan pemanis buatan dengan tingkat keamanan yang lebih baik. 
Namun asesulfam mempunyai tingkat ketahanan yang lebih baik pada suhu yang tinggi dibandingkan dengan aspartam yang tidak tahan terhadap suhu yang tinggi. Aspartam memiliki tingkat kemanisan sebanyak 180 kali lipat jika dibandingkan dengan gula tebu. Sedangkan nilai kalori yang terkandung adalah 1 banding 160 jika dibandingkan dengan gula tebu. Kekurangannya, aspartam akan mudah kehilangan kandungan rasa yang ada apabila disimpan dalam jangka waktu tertentu sehingga tidak digunakan dalam industri minuman ringan. 
contohnya ; 
  • Alami : Gula Tebu, Gula Aren, Madu dan lain-lain.
  • Buatan : Dulsin, sakarin, siklamat aspartam dan lain-lain.



sumber ; http://www.sumberpengertian.com/pengertian-zat-aditif
               https://dosenbiologi.com/biokimia/zat-aditif
         http://www.artikelsiana.com/2014/10/macam-macam-zat-adiktif-makan-kegunaan-   contoh.html

Zat Aditif (Pewarna)

ZAT ADITIF (PEWARNA)

ZAT ADITIF 
PEWARNA

Hasil gambar untuk zat aditif pewarna

Berdasarkan dengan fungsi pada zat aditif makanan bisa dikategorikan beberapa jenis, meliputi pewarna, pengawet, pemanis, antioksidan, penyedap, pemutih, penambah gizi, perenyah dan pengisi, pengering, pemantap, pencegah buih, pengkilap, dan pencegah lengket. 
Dalam penggunaan zat aditif seperti halnya sintesis wajib melalui tahap pengujian di laboratorium dan mendapat pengawasan yang sangat ketat, sehingga dipakai sesuai kadar yang dibutuhkan dan yang menjadi poin penting yakni tidak mempunyai dampak yang buruk bagi tingkat kesehatan manusia sebagai pengguna sekaligus pengonsumsinya. 
Tujuan pemberian zat warna makanan adalah untuk menambah daya tarik terhadap makanan. Pembagian zat pewarna makanan pada dasarnya di bagi menjadi 2 macam yaitu:

- Pewarna alami : Zat aditif yang berasal dari bahan nabati (tumbuh-tumbuhan) maupun buah-buahan. Sebagai contoh zat pewarna alami adalah warna hijau (daun pandan, daun suji, dan daun katuk), warna uning merah (wortel).

- Pewarna buatan : zat aditif makanan yang memang dengan sengaja dibuat oleh manusia. Sebagai contoh zat pewarna buatan adalah merah (eritrosin) biasanya dalam es krim, saus, jeli.Biru berlian biasanya dalam es krim dan selai. FCF berwarna hijau, biasanya dipakai dalam pembuatan es krim dan warna buah kaleng. Coklat HT biasanya di dalam minuman soft drink

Bahan pewarna makanan yang diijinkan sebagai bahan pewarna:


Perbedaan antara warna alami dan buatan:

  • Pada pewarna alami tidak membahayakan kesehatan, sedangkan yang pada pewarna buatan dapat membahayakan jika terjadi penyalahgunaan dalam penggunaannya.
  • ingkat kecerahan warna pada pewarna alami kurang bagus apabila dibandingkan dengan zat pewarna buatan.
  • Untuk pewarna alami jika dipakai akan terasa bahan dasar yang digunakannya, misalnya saja masih terasa kunyit, daun pandan, dll.


sumber; http://www.aanwijzing.com/2016/06/zat-aditif-makanan-ipa-smp-mts-kelas-viii.html
              https://dosenbiologi.com/biokimia/zat-aditif
              http://www.artikelsiana.com/2014/10/macam-macam-zat-adiktif-makan-kegunaan-contoh.html

Gejala Kekurangan Mineral

Pat dihasilkan dari adanya kekurangan mineral adalah:

Natrium

Kekurangan natrium dapat menyebabkan apatis, kejang, dan hilangnya nafsu makan. Kekurangan natrium ini dapat terjadi setelah seseorang mengalamipenyebab muntah darah, gejala diare, munculnyakeringat dingin yang berlebihan dan juga diet rendah natrium.

Chlor

Kekurangan mineral jenis Chlor dapat terjadi setelah seseorang mengalami muntah- muntah, diare kronis, dan juga keringat yang berlebihan.

Kalsium

Kalsium ini merupakan salah satu zat yang sangat penting untuk tulang. Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan menyebabkan gangguan pada pertumbuhan, tulang kurang kuat, dan tulang juga mudah rapuh dan bengkok. (baca juga: cara menjaga kesehatan tulang)

Fosfor

Fosfor ini juga merupakan salah satu zat yang bermanfaat bagi tulang. Kekurangan fosfor dapat menyebabkan kerusakan pada tulang dengan gejala berupa lelah, kurangnya nafsu makan, dan juga rusaknya tulang.

Magnesium

Jenis mineral yang bermanfaat lainnya adalah magnesium. Kekurangan magnesium dapat terjadi setelah seseorang mengalami muntah- muntah, diare, dan juga penggunaan deuretika atau obat perangsang keluarnya urin. Kekurangan magnesium dengan jumlah yang banyak akan menyebabkan menurunnya nafsu makan, mudah tersunggung, pertumbuhan terganggu, gugup, kejang- kejang, terganggunya sistem saraf pusat, halusinasi, koma, hingga terjadinya gejala gagal jantung.

Sulfur

Sulfur merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Terjadinya kekurangan sulfur ini jika manusia juga kekurangan protein.

sumber : https://brainly.co.id/tugas/13254026

Gejala Kekurangan Vitamin

GEJALA KEKURANGAN VITAMIN

GEJALA KEKURANGAN VITAMIN 

Hasil gambar untuk GEJALA KEKURANGAN VITAMIN

Ciri-ciri tubuh yang kekurangan vitamin

1. Bibir pecah-pecah dan juga di sudut mulut

Tanda gejala pertama dari tubuh yang kekurangan vitamin yaitu seperti ada celah di sudut mulut atau juga bibir yang pecah-pecah.

Tentunya masalah sudut mulut dan bibir yang pecah-pecah bukan saja karena kekurangan vitamin C (seperti yang dikira oleh banyak orang), tetapi juga karena kekurangan Vitamin B, zat besi dan Zinc.

Untuk mengatasi hal ini, maka kita dapat mengutamakan untuk makan-makanan seperti makan jeruk, jambu batu, daging unggas, ikan salmon, ikan tuna, telur serta tomat dan beberapa makanan sejenis dari yang disebutkan tersebut.
Tubuh yang kekurangan vitamin B6 juga dapat menyebabkan ujung mulut atau bibir menjadi pecah sehingga perlu menambah menu makanan seperti sayuran hijau dan juga kacang-kacangan.

2. Benjolan (berwarna merah dan putih) di wajah, lengan, dan betis. 

Jika seseorang benjolan ini, maka ada kemungkinan orang tersebut kekurangan vitamin A dan juga vitamin D.

Sehingga dengan mengkonsumsi vitamin cukup penting guna menurunkan lemak jenuh, dan juga dapat diganti dengan meningkatkan asupan lemak sehat.

Kekurangan tubuh yang kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan (selain dari diatas) infeksi saluran pernafasan, menurunnya daya tahan tubuh, rabun senja, katarak.

Sedangkan akibat dari kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan otot yang mudah mengalami kejang-kejang dan juga pertumbuhan tulang yang tidak normal.

Untuk mengatasi hal-hal diatas maka Anda dapat memakan makanan (untuk vitamin A) seperti ikan salmon, susu, sayuran hijau, wortel, ubi, paprika merah dan buah-buahan. Untuk vitamin D seperti susu, telur, minyak ikan, dan juga keju.

3. Kram otot (rasa tertusuk) di betis, punggung kaki, dan jari kaki

Kram otot terutama pada kaki seperti yang disebutkan diatas tentunya sangat terasa sakitnya.

Rasa sakit tersebut terjadi karena tubuh yang kekurangan kalsium, magnesium, dan juga kalium.

Untuk mengatasinya, maka utamakan untuk mengkonsumsi makanan seperti apel, anggur, labu, dan juga bayam

4. Kesemutan pada kaki dan tangan

Rasa kesemutan dirasakan karena tubuh yang kekurangan vitamin B9, B6, and B12.

Sehingga disarankan untuk memakan makanan seperti bayam, kacang, telur, dan juga daging unggas, yang kaya akan kandungan vitamin B tersebut.

Terakhir, perlu untuk sering diingat bahwa kesehatan merupakan hal penting dan sesuatu sangat dibutuhkan oleh manusia, sehingga rawatlah tubuh dengan sebaik-baiknya.

5. Muncul Sariawan

Menurunnya daya tahan tubuh, yang biasanya disertai dengan kulit kering dan bersisik, mulut kering, bibir pecah, serta sariawan merupakan gejala kekurangan vitamin B2.

Untuk mencegahnya, yaitu perlu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B2, seperti sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur dan susu.

6. Gangguan pada syaraf

Gangguan pada syaraf dan otot, kemandulan pada pria dan wanita disebakan karena kekurangan vitamin E.

Untuk mencegahnya yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin E, seperti ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan.

7. Anemia

Gejala kurang darah (anemia), yang biasanya disertai dengan mudah lelah, tubuh terasa letih dan lesu, serta penyakit kulit bisa menjadi ciri-ciri tubuh kekurangan vitamin B12.

Untuk mencegahnya akibat dari kekurangan vitamin B12, maka perlu mengkonsumsi makanan kaya akan vitamin B12 seperti telur, hati dan daging.

8. Mudah Nyeri Pada Tubuh

Masalah infeksi pada luka, gusi yang berdarah, rasa nyeri pada persendian bisa menjadi penyebab tubuh kekurangan vitamin C.

Untuk mengatasinya yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin C, yaitu buah jeruk, jambu batu, tomat, nanas, sayur-sayuran segar dsb.

9. Kuku pucat

Coba tekan kuku Anda dan lepaskan. Apabila saat ditekan kuku berubah menjadi pucat, lalu saat dilepaskan kuku kembali berwarna merah, maka itu artinya tubuh dlaam keadaan baik / normal.

Adapun bila warna pucat tersebut terus terjadi (ditekan atau tidak ditekan sama saja), maka itu bisa jadi tubuh kekurangan zat besi.

Untuk itu, seperti dijelaskan Dr. Mim Beim yang merupakan Ahli Neuropathy di Australia, disarankan mengkonsumsi makanan seperti daging merah, sayuran berdaun hijau, plum dan aprikot kering.

10. Tepi lidah bergerigi

Coba julurkan lidah, lalu perhatikan pada bagian tepinya bergerigi apa tidak. Jika iya, itu menandakan tubuh dalam kondisi lelah karena kurang istirahat.

Untuk mengatasinya, konsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin A dan vitamin B kompleks, demikian yang dijelaskan Dr. Mim Beim, seperti dilansir dari Body Soul.

11. Kepala mudah berkeringat

Munculnya keringat di kepala bisa menjadi gejala tubuh kekurangan vitamin.

Dr. Michael Holick, salah satu peneliti vitamin D di Mercola Foundation, menjelaskan bahwa munculnya keringat yang terlaliu seringa disebabkan tubuh yang kekurangan vitamin D. 

12. Gejala otot yang mudah kram merupakan akibat dari kekurangan vitamin B5. Untuk mengatsinya dengan mengkonsumsi makanan seperti daging, susu, sayur-sayuran, hati, kacang hijau.

13. Gejala gigi yang mudah rusak, otot yang rentan mengalami kejang-kejang, terjadi masalah pada pertumbuhan tulang bisa menjadi gejala kekurangan vitamin D. Untuk mencegahnya dan mengatasinya maka perlu mengkonsumsi makanan kaya akan vitamin D seperti minyak ikan, susu, telur dan keju.



SUMBER; 
http://kesehatantubuh-tips.blogspot.com/2013/09/ciri-ciri-tubuh-yang-kekurangan-vitamin.html
https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/berbagai-tanda-kekurangan-vitamin/
http://lifestyle.kompas.com/read/2013/05/11/12591041/5.gejala.aneh.tubuh.kekurangan.vitamin.