Tuesday, October 30, 2018

Jenis Nutrisi

Berikut Ini Pengertian Serta Jenis Nutrisi Pada Makanan Dan Fungsinya :

1. KARBOHIDRAT

Karbohidrat adalah senyawa kimia yang tersusun atas karbon, oksigen, dan hidrogen. Karbohidrat merupakan bahan makanan penting untuk sumber tenaga. Selain sebagai sumber energy, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh, pembentuk struktur sel dan mengikat protein dan lemak.
Contoh Karbohidrat Dalam Kehidupan Sehari-HariKarbohidrat dapat diperoleh dari berbagai makanan seperti beras, kentang, jagung, singkong, gandum, selai, gula, madu, dan sirup. Jika kekurangan karbohidrat tubuh akan terasa lemah atau malas untuk melakukan berbagai aktivitas. Kekurangan karbohidrat juga mengakibatkan darah akan bersifat asam yang disebut asidosis.

Karbohidrat terdiri dari 2 bentuk : Simple dan Kompleks. 

  • Karbohidrat Simple

    Mudah dicerna oleh tubuh dan dapat langsung menjadi tenaga atau energy.Karbohidrat simple dapat ditemukan pada susu dan produk susu, buah – buahan, madu, sirup, selai, dan jelly.
  • Karbohidrat Kompleks

    Harus diolah menjadi karohidrat simple terlebih dahulu agar dapat diproses menjadi energy. Karbohidrat kompleks dapat ditemukan di dalam roti, sereal, kentang, pasta, beras, dan biji – bijian lainnya.

2. PROTEIN

Protein berguna sebagai zat pembangun tubuh. Makanan berprotein berguna untuk pertumbuhan, perkembangan, dan mengganti sel – sel tubuh yang rusak termasuk sel tulang, kulit, dan hormone.
Contoh Protein Dalam Kehidupan Sehari-HariManusia dapat memperoleh protein dari hewan dan tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan dinamakan protein hewani. Protein yang berasal dari tumbuhan dinamakan protein nabati.
Bahan makanan dari hewan yang mengandung protein antara lain daging, ikan, unggas, keju, susu, dan telur. Bahan makanan dari tumbuhan yang mengandung protein antara lain kacang – kacangan terutama kedelai.

3. LEMAK

Lemak merupakan sumber tenaga selain karbohidrat. Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan. Jika persediaan karbohidrat habis di dalam tubuh, lemak digunakan sebagai penggantinya. Lemak adalah zat yang mengandung minyak dan melekat pada daging. Lemak menghasilkan energy sebanyak 9 kalori, dua kali lebih banyak daripada karbohidrat dan protein. Selain sebagai cadangan energy, lemak juga menyalurkan atau melarutkan vitamin A, D, E, dan K.
Contoh Macam-Macam Lemak Pada Makanan
Lemak dibagi menjadi 2, lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak jenuh berasal dari hewan, contohnya mentega, gajih, asam stearat. Asam stearate adalah lemak jenuh yang berasal dari hewan yang biasanya digunakan dalam pembuatan lilin, kosmetik, sabun, plastik, dan melunakkan karet. Lemak tak jenuh berasal dari tumbuhan dan berbentuk cair, seperti minyak kedelai, jagung, dan minyak kelapa.

4. VITAMIN

Vitamin adalah zat yang sangat penting bagu tubuh. Vitamin berfungsi sebagai zat pengatur dan pelindung tubuh dari berbagai penyakit. Bila kita kekurangan Vitamin akan menderita Avitaminosis ( menyebabkan ganguan metabolisme tubuh). Jika kelebihan vitamin akan menyebabkan Hipertaminosis.
Fungsi vitamin juga menjaga metabolisme tubuh. Metabolisme adalah perputaran zat pada makluk hidup yang mencakup proses Fisika dan kimia (proses perputaran tubuh). Metabolisme merupakan sejumlah sel reaksi kimia yang mendorong aktivitas sel.
Contoh Macam Macam Vitamin Pada Buah
Ada 6 jenis Vitamin yaitu Vitamin A, B, C, D, E dan K. Vitamin dapat kita peroleh dari sayuran dan buah-buahan. Vitamin dibagi menjadi 2 macam yaitu Vitamin yang larut dalam air (Vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (Vitamin A,D,E, dan K). Vitamin yang larut dalam lemak( A,D, E dan K ) dapat di simpan dalan tubuh. Dan bisa berfungsi sebagai cadangan makanan.

5. MINERAL

Jenis Mineral Dalam Makanan Yang Diperlukan Tubuh Manusia
Mineral tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Mineral diperlukan tubuh dalam jumlah yang sedikit. Fungsi mineral bagi tubuh adalah untuk melancarkan semua proses yang terjadi dalam tubuh. Beberapa macam mineral yang dibutuhkan tubuh diantaranya : kalsium, zat besi, posfor, yodium, dan Fluor.

6. SERAT

Manfaat Serat Yang Terkandung Dalam Sayur Dan BuahSerat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air sehingga menjadi padat dan sulit di keluarkan dan mengakibatkan sembelit. Contoh makanan berserat sayur – sayuran dan buah – buahan.

7. AIR

Fungsi Manfaat Air Bagi Tubuh Makhluk Hidup
Air adalah zat yang memegang peranan penting. 75% dari tubuh manusia terdiri atas air. Orang dewasa membutuhkan kira – kira 2,5 liter air setiap hari. Di dalam tubuh air berfungsi untuk :
•    Membantu pencernaan makanan
•    Melarutkan zat – zat dalam tubuh, seperti vitamin b dan c
•    Mengatur suhu tubuh
Apabila kekurangan air tubuh akan lemas. Air juga dapat diperoleh dari bahan makanan seperti buah.

sumber : https://www.mastah.org/pengertian-macam-macam-nutrisi-pada-makanan-dan-manfaatnya-beserta-contohnya/

Kebutuhan Energi

Kebutuhan energi pada tubuh manusia beserta sumber energi dan perhitungannya

Manusia memerlukan energi untuk bisa hidup dan melakukan berbagai aktifitas. Energi dapat didapat dari berbagai macam makanan dan minuman terutama yang mengandung zat kalori. Kebutuhan energi yang diperlukan setiap orang berbeda-beda tergantung dari beberapa faktor. Lalu apa saja yang mempengaruhi kebutuhan energi pada manusia? antara lain yaitu : umur, jenis kelamin, berat dan tinggi badan.


Kebutuhan energi juga tergantung dengan aktifitas sehari-hari. Kebutuhan energi pria tentu akan lebih banyak dibanding wanita, juga seorang pekerja kasar akan lebih banyak memerlukan energi dibanding orang yang duduk didepan meja.

Sumber Energi Bagi Tubuh

Seperti yang telah ditulis sebelumnya bahwa manusia memerlukan energi untuk beraktifitas. Untuk memenuhi kebutuhan energi pada manusia dapat diperoleh dari sumber makanan hewani maupun nabati. Sumber makanan tersebut harus dipastikan mengandung berbagai zat gizi atau nutrisi seperti karbohidrat, lemak, dan protein sebagai sumber energi utama.

Menyimpan kalori yang banyak apakah akan baik bagi tubuh?

Apa jadinya jika kita menyimpan cadangan kalori yang banyak dalam tubuh? Kelebihan kalori pada tubuh akan disimpan sebagai cadangan lemak. Semakin banyak cadangan lemak yang menumpuk pada tubuh maka akan semakin gemuk tubuh manusia.

Mengurangi porsi makan agar asupan kalori dalam tubuh sedikit

Untuk yang mengalami kegemukan biasanya melakukan berbagai cara agar badannya menjadi kurusan. Salah satu usaha yang dilakukan adalah diet makan. Namun menurunkan berat badan dengan cara mengurangi porsi makan kurang efektif jika tidak diimbangi dengan memperhitungkan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh dan olahraga. Jika melihat dampak yang ada, maka cara terbaik dalam agenda menurunkan berat badan adalah dengan memperhatikan kebutuhan kalori harian.

Beragam Cara Memperhitungkan Kebutuhan Energi

Agar tubuh manusia dapat memperoleh asupan energi yang baik dan optimal juga tidak terjadi kegemukan alias kelebihan berat badan maka kebutuhan energi pada manusia harus diperhitungkan secara tepat. Jangan sampai energi yang dikonsumsi berlebih sehingga kegemukan dan juga jangan sampai kurang asupan sehingga kekurusan. Adapun komponen yang perlu diperhatikan dalam mempertimbangkan kebutuhan energi tersebut adalah:
1. Menentukan berat badan ideal
Berat badan ideal manusia dapat dihitung dengan rumus BB ideal = 0,9 x (tinggi badan-100). Berat badan dikatakan mencapai ideal jika berat badan mencapai nilai BB ideal atau setidaknya kurang atau melebihi angka tersebut tidak lebih dari 3 kilogram.
Berat badan ideal seorang atlet akan berbeda dengan berat badan orang biasa. Hal ini disebabkan karna pada tubuh atlit massa tubuhnya juga dipengaruhi oleh pembentukan massa otot sehingga badannya lebih berat. Demikian pula halnya jika hal ini dibandingkan antara pria dan wanita. Pria cenderung bermassa tubuh lebih berat daripada wanita.


2. Kebutuhan basal (KB)
Apa itu kebutuhan basal? Kebutuhan basal yaitu suatu kebutuhan berupa energi dan juga kalori pada manusia yang paling mendasar untuk menjaga metabolisme tubuh seperti kerja jantung, paru-paru, usus, dan juga sistem pencernaan. Kebutuhan Basal pria dan wanita berbeda. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut.
KB wanita = Berat Badan ideal x 25 kkal
KB pria   =  Berat Badan ideal x 30 kkal

3. Aktivitas fisik (AF)
Pembagian ukuran aktivitas manusia secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat. Aktivitas berat tentunya akan membutuhkan energi lebih besar dibandingkan aktivitas ringan dan sedang.
Adapun contoh aktifitas yang tergolong aktivitas ringan adalah bekerja kantoran, membaca, memancing, berjalan. Aktivitas sedang contohnya adalah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, bersepeda. Aktivitas berat adalah jogging, dan mendaki gunung.

Aktivitas ringan memiliki angka aktivitas fisik sebesar 10-20% dari kebutuhan basal atau = 20% x 1462,5 = 292,5 Kkal.
Aktivitas sedang memerlukan 20 – 30% x Kebutuhan Bassal dan aktivitas berat adalah sebesar 40-50% x Kebutuhan Bassal

4. Usia (KU = Koreksi Usia)
Kebutuhan kalori manusia akan semakin menurun diiringi pertambahan usia. Semakin tua usia seseorang maka kebutuhan kalori akan semakin berkurang.

Standarisasinya adalah faktor koreksi dikalikan Kebutuhan Basal (1462,5 Kalori). Adapun untuk usia antara 40-59 tahun koreksi kalori mencapai 5%, sedangkan untuk usia 60-69 tahun koreksi kalori sebesar 10% dan usia yang lebih dari 70 tahun koreksi kalori sebesar 20%

Contohnya seseorang yang berusia 47 tahun maka koreksi kebutuhkan kalori adalah sebesar 5% x 1462,5 Kkal = 73, 125 Kkal.



5. Total Kalori yang dibutuhkan (TK)
Untuk menghitung kalori yang dibutuhkan maka dapat menggunakan perhitungan sebagai berikut.
Kebutuhan Bassal (KB), Aktivitas Fisik (AF), Koreksi Usia (KU)
TL = KB+AF – KU
Maka jika seseorang berusia 40 tahun KB = 1462,5 Kkal AF = 292,5 Kkal dan KU = 73,125 kebutuhan kalori perhari adalah:
TK = 1462,5 + 292,5 – 73,125 = 1681, 875 Kkal per hari
sumber : https://ipageek.blogspot.com/2018/01/kebutuhan-energi-pada-manusia.html

Thursday, September 27, 2018

Ciri-ciri Dikotil dan Monokotil


Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan berbunga yang memiliki biji berkeping dua. Kita bisa melihat dari bijinya. Apabila kita belah bijinya akan terdapat dua keping. Tumbuhan yang masuk ke dalam kelompok dikotil ini mempunyai sepasang daun lembaga. Daun lembaga tersebut terbentuk sudah sejak tahapan biji dengan demikian sebagian besar anggotanya memiliki biji yang mudah sekali terbelah menjadi dua bagian. Hal inilah yang menjadi pembeda utama antara tumbuhan dikotil dengan monokotil yang justru kepingan bijinya tunggal.

Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil

1. Jumlah kotiledon (daun lembaga) nya dua.
2. Akarnya berupa akar tunggang dengan akar utama yang lebih besar dari akar sekunder.
3. Bentuk tulang daunnya cenderung menjari atau menyirip.
4. Bagian tudung akarnya atau kaliptrogen tidak dilengkapi dengan tudung akar.
5. Pada organ akarnya terdapat kambium karena salah satu fungsi akar pada tumbuhan dikotil adalah untuk menyimpan makanan.
6. Bunga umumnya berjumlah 2, 4 dan 5 atau kelipatannya.
7. Berkas pengangkut pada batang pembuluh kayu dan pembuluh tapis letaknya teratur.
8. Batang berkambium dan bercabang-cabang, mempunyai banyak dahan dan ranting.

Contoh Tumbuhan Dikotil

Seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa tumbuhan dapat dikelompokkan berdasarkan kelompok/suku tumbuhan termasuk tumbuhan dikotil yang dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu:
1. Suku jarak-jarakan (Euphorbiaceae)
Contohnya adalah jarak, kapas, ubi dan lain-lain.
2. Suku jambu-jambuan (Myrtaceae)
Contohnya antara lain : jambu air, jambu biji, jambu monyet.
3. Suku terong-terongan (Solanaceae)
Contohnya antara : terong, tomat, kentang.
4. Suku polong-polongan (Leguminoceae)
Contohnya adalah : kacang, pete. kedelai.
5. Suku komposite (Compositae)
Contohnya antara lain : bunga matahari, bunga dahlia, bunga krisan.
6. Suku mangga-manggaan (Mangifera)
Contohnya adalah aneka jenis mangga.
7. Suku ara-araan (Moraceae)
Contohnya adalah beringin, mahoni, jati.
8. Suku lerak-lerakan (Sapindaceae)
Contohnya antara lain : rambutan, kelengkeng, leci.

Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang bagian bijinya tunggal atau mono atau tidak berkeping. Bijinya berupa biji utuh tidak terbelah.

Ciri-ciri Tumbuhan Monokotil

1. Jumlah kotiledon (daun lembaga) nya satu.
2. Akarnya berupa akar serabut.
3. Umumnya bentuk tulang daunnya sejajar.
4. Batang tidak berkambium.
5. Batang tidak bercabang.
6. Bagian-bagian bunga kelipatan 3.

Contoh Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil atau tumbuhan dengan biji berkeping satu dikelompokkan menjadi 5 suku yaitu:
1. Suku rumput-rumputan (Graminae)
Contohnya antara lain : padi, jagung, gandum.
2. Suku pinang-pinangan (Palmae)
Contohnya adalah kelapa, sagu, pinang, salak, kurma.
3. Suku pisang-pisangan (Musaceae)
Contohnya adalah semua jenis pisang.
4. Suku anggrek-angrekan (Orchidaceae)
Contohnya adalah anggrek, vanili.
5. Suku jahe-jahean (Zingiberaceae)
Contohnya antara lain : jahe, kunyit, lengkuas, kencur, temu lawak.

Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Berdasarkan penjelasan tadi bahwa tumbuhan dapat digolongkan berdasarkan kepingan bijinya yaitu tumbuhan dikotil dan monokotil. Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan berbiji atau berkeping dua sedangkan tumbuhan monokotil adalah tumbuhan berbiji berkeping satu.

Perbedaan tumbuhan dikotil dan juga monokotil sangatlah jelas terlihat dari ciri-cirinya diantaranya adalah bentuk akar, tulang daun, tudung akar, jumlah keping biji, kandungan akar dan batang, jumlah kelopak bunga, akar dan batang.

Berikut ini adalah perbedaan ciri-ciri pada tumbuhan dikotil dan monokotil berdasarkan ciri fisik yang dapat kita amati yaitu:
1. Jumlah keping biji atau kotiledon
* Dikotil : Memiliki dua buah keping biji
* Monokotil : Hanya memiliki satu buah keping biji

2. Bentuk tulang daun
* Dikotil : Menyirip atau menjari
* Monokotil : Melengkung atau sejajar

3. Jumlah kelopak bunga
* Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
* Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga

4. Bentuk akar
* Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
* Monokotil : Memiliki sistem akar serabut

5. Tudung akar
* Dikotil : Tidak terdapat tudung akar
* Monokotil : Memiliki tudung akar

6. Kandungan akar dan batang
* Dikotil : Memiliki kambium
* Monokotil : Tidak memiliki kambium

7. Pelindung akar dan batang lembaga
* Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil
* Monokotil : Adanya batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / koleorhiza

8. Pertumbuhan akar dan batang
* Dikotil : Pohonnya dapat tumbuh berkembang menjadi besar
* Monokotil : Umumnya tumbuhan perdu dan tidak bisa tumbuh membesar namun ada beberapa tumbuhan monokotil yang pohonnya menjulang tinggi.

Anatomi Tumbuhan

ANATOMI TUMBUHAN



Anatomi tumbuhan atau fitotomi adalah melihat keseluruhan fisik sebagai bagian-bagian yang secara fungsional berbeda. Anatomi tumbuhan biasanya dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan hierarki dalam kehidupan:
  • Organologi, mempelajari struktur dan fungsi organ berdasarkan jaringan-jaringan penyusunnya;
  • Histologi, mempelajari struktur dan fungsi berbagai jaringan berdasarkan bentuk dan peran sel penyusunnya; dan
  • Sitologi, mempelajari struktur dan fungsi sel serta organel-organel di dalamnya, proses kehidupan dalam sel, serta hubungan antara satu sel dengan sel yang lainnya. Sitologi dikenal juga sebagai biologi sel.
Morfologi tumbuhan juga sering kali dikaji bersama-sama dengan anatomi tumbuhan.
A.  AKAR
Secara umum, ada dua jenis akar yaitu:
  • Akar serabut : Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Walaupun terkadang, tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan, tumbuhan dikotil tersebut dikembangbiakkan dengan cara cangkok, atau stek). Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan.
  • Akar tunggang : Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan makanan.
Anatomi akar terdiri dari:
  • Kambium : lapisan sel hidup pada tumbuhan yang aktif membelah berfungsi untuk memperbesar batang, terletak di antara kulit dan kayu.
  • Pembuluh tapis (floem) : deretan sel yang dindingnya searah dengan poros akar – batang dan berlubang – lubang halus sehingga membentuk pembuluh. Fungsinya untuk mengangkut zat makanan dari akar keseluruh tubuh tumbuhan.
  • Pembuluh kayu (xylem) : deretan sel yang dindingnya searah dengan poros akar – batang dan menyatu. Fungsinya untuk menyalurkan air yang mengandung mineral dari akar ke daun dan bagian lain tubuh.
B.  BATANG
Batang tumbuhan mempunyai bentuk berbeda – beda. Pada umumnya batang dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :
  • Batang  Berkayu
Tumbuhan jenis ini biasanya besar, tinggi, dan bercabang – cabang. Daun tumbuhan ini biasanya rimbun. Contohnya : mangga, jati, pohon jambu, dan lainnya.
  • Batang Tidak Berkayu
Tumbuhan jenis ini biasanya tidak terlalu tinggi dan daunnya menempel pada batang. Contohnya : jagung dan tebu.
  • Batang Semu
Tumbuhan jenis ini berupa pelepah – pelepah yang membentuk batang. Contohnya : pisang.
Keterangan struktur anatomi batang, yaitu :
  1. Epidermis        : epidermis batang mempunyai sel – sel silika dan sel – sel gabus, misalnya pada batang tebu (Saccharum officinarum), dan kadang – kadang di lapisi oleh sel kutikula.
  2. Periderm          : selaput luar epidermis yang terdapat di sekeliling mulut membentuk tonjolan berbentuk piala.
  3. Kortek             : lapisan luar suatu organ, pada tumbuhan di bawah epidermis sebelah luar silinder pusat, terdiri dari sel – sel parenkim.
  4. Floem primer   : dibentuk oleh prokambium ujung batang dan akar.
  5. Floem sekunder           : terdiri dari unsur trakeal, serabut xylem dan parenkim kayu.
  6. Kambium        : lapisan sel hidup terletak di kulit dan kayu, yang membuat jaringan kayu baru ke sebelah dalam dan membuat jaringan kulit baru ke sebelah luar. Fungsinya untuk memperbesar batang.
  7. Xylem sekunder          : terdiri dari unsur trakeal, serabut xylem dan parenkim kayu.
  8. Xylem primer  : dibentuk oleh prokambium ujung batang dan akar.
C.  DAUN
Daun mempunyai bentuk yang bermacam – macam. Bentuk daun dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu :
ø     Bentuk bulat atau bundar : teratai besar.
ø     Bentuk perisai : daun jarak.
ø     Bentuk jorong : daun nangka dan nyamplung.
ø     Bentuk memanjang : daun sirkaya dan sirsak.
ø     Bentuk lanset : daun kamboja.
Keterangan gambar anatomi daun, yaitu :
  • Epidermis terbagi atas epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya.
  • Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah jaringan yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis
  • Jaringan spons atau jaringan bunga karang yang berongga. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
  • Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garaman yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis). Sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan.
  • Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis. Kemudian stoma akan mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stoma ibarat hidung kita dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang.
—D.  BUNGA
Mahkota bunga : untuk memikat serangga yang menolong penyerbukan.
Benang sari : merupakan alat kelamin jantan pada tumbuhan, mengandung tepung sari.
Kelopak : pembungkus bunga selagi kuncup.
Putik : alat kelamin betina pada tumbuhan, yang akan menjadi bakal buah.
Dasar bunga : terletak di pangkal bunga, tempat melekatnya perhiasan bunga dan alat pembiakan.
Tangkai bunga : tempat melekatnya bunga.
—E.  BUAH
Buah merupakan perkembangan dinding bakal buah dan terkadang juga bagian – bagian bunga lainnya. Buah terdiri atas kulit buah, daging buah dan biji.
F.  BIJI
Keterangan struktur anatomi biji, yaitu :
  • Kulit biji          : terletak di bagian luar biji dan melapisi seluruh bagian biji.
  • Hipokotil         : bagian bawah aksis (pangkal) yang melekat pada kotiledon.
  • Radikula          : bagian terminal (ujung).
  • Epikotil           : bagian atas pangkal.
  • Plumula           : bagian ujung, yaitu pucuk dengan sepasang daun.
  • Kotiledon        : bagian cadangan makanan.
sumber : http://penapun-tertoreh.blogspot.com/2010/04/anatomi-tumbuhan.html

Morfologi Tumbuhan

Pengertian dan Latar Belakang Morfologi Tumbuhan


Morfologi itu Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan-tumbuhan adalah botani. Dasar-dasar ilmu botani modern baru diletakkan pada abad ke XVII dan XVIII, yaitu dengan dapat dijelaskannya hal-hal yang ganjil dan yang belum jelas sebelumnya dengan cara melakukan percobaan dan penelitian-penelitian sehingga terungkaplah hukum-hukum dasar mengenai dunia tumbuh-tumbuhan.
Terdapat beberapa cabang ilmu botani di antaranya adalah morfologi, morfologi adalah cabang ilmu botani yang mempelajari struktur luar tubuh tumbuhan yang bisa dilihat secara langsung. Hal inilah yang membuat kita dapat mengidentifikasi tumbuhan tersebut, apakah termasuk tumbuhan dikotil ataukah tumbuhan monokotil yaitu jenis tumbuhan biji belah.

Ini Teori Evolusi Biologi yang Mudah Dipahami!

Struktur Morfologi Tumbuhan

Coba kamu amati tumbuhan yang ada di lingkunganmu? Bagianbagian atau struktur morfologis apa saja yang kamu temukan? Struktur morfologi merupakan gambaran bentuk tubuh bagian luar dari suatu organisme. Struktur tumbuhan tingkat tinggi, seperti Gimnospermae dan Angiospermae dapat digambarkan sebagai berikut.
Pengertian Morfologi Tumbuhan Beserta Struktur dan Anatomi Lengkap
Struktur morfologi tumbuhan tingkat tinggi secara umum terdiri atas akar, batang, daun, dan bunga. Struktur morfologi tumbuhan golongan Angiospermae tersebut berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat hidupnya (darat/terestrial).
Di saat yang bersamaan, tumbuhan harus mengambil sumber daya dari tanah dan udara. Air dan mineral dari tanah, sedangkan udara adalah tempat tersedianya CO2 dan sinar matahari yang tidak dapat menembus tanah.
Oleh karena itu, tumbuhan memiliki sistem akar yang berada di bawah permukaan tanah dan sistem tunas yang di atas permukaan tanah. Setiap sistem saling membutuhkan satu sama lain.
sumber : https://www.quipper.com/id/blog/sbmptn/biologi-sbmptn/pengertian-morfologi-tumbuhan-beserta-struktur-dan-anatomi-lengkap/

Thursday, September 6, 2018

Lapisan Pelindung dan Pengilap

 Lapisan pelindung dan pengkilap, terinspirasi dari lapisan pelindung yang terdapat pada daun tumbuhan yang bernama lapisan lilin atau kutikula.



            Kutikula pada daun memiliki kegunaan untuk memperlambat proses penguapan yang terjadi pada daun serta kutikula sendiri memiliki sifat hidrofobik yaitu sifat untuk menolak air, sehingga air yang ada akan susah mengenai daun secara langsung.



            Begitu pula dengan lapisan pelindung dan pengkilap, biasanya lapisan ini digunakan untuk mempertahankan ketajaman warna maupun suatu benda tertentu baik dari air hujan, cahaya matahari, debu, kotoran, bakteri, dan sejenisnya. Apabila suatu benda tidak diberikan lapisan pelindung dan pengkilap, maka dapat dipastikan benda tersebut akan lebih cepat mengalami kerusakan secara alami.

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/12956968#readmore